Sunday, November 24, 2013

ARRGH….!! GUE NGGAK MAU JADI ARTIS !!!




Sophie melirik jam tangannya “jam 4”, itu artinya ia masih punya waktu satu setengah jam lagi untuk ke tempat show berikutnya. Jadwal hari ini memang padat sekali. Ia belum dapat waktu istirahat sedikitpun dari pagi.
Amelia, manajer sekaligus sahabatnya tampak mondar-mandir. Tangannya tak berhenti menekan tuts-tuts Hp. Sekali waktu ia berbicara dengan nada keras, namun tak jarang pula suaranya begitu lembut menerima panggilan dari Handphone.
“Gawat nih phie” ujarnya tiba-tiba. “jadwal Konser sore ini dimajukan”
“A..,apa..?” Sophie tampak kaget 
Amel mengangguk lemah “ Itu artinya, kita harus berangkat sekarang juga”. 
Ia kemudian menarik lengan sophie.
Dengan enggan Sophie berdiri mengikuti langkah Amel menuju mobil.
“Trus jadwal istirahat Gue gimana…? “gerutu Sophie ketika sudah berada dalam mobil.
Amel mengangkat bahu “Nggak tau, ini kan sudah jadi resiko kita di bidang Entertainment” jawabnya
Sophie menghela nafas.
[][][][][][][][][][][][][][][][][][][]


Sore itu suasana di lapangan Mandalika begitu ramai, dari ujung Barat sampai Timur dipenuhi oleh lautan manusia. Nggak peduli tua atau muda, miskin atau kaya semuanya tumpah ruah jadi satu. Mereka semua seolah tersihir oleh penampilan Sophie sang “Diva Pop”
Gerakan-gerakan dan alunan suaranya yang serak-serak basah membuat mereka yang menonton tidak mau mengedipkan mata. Bahkan teriakan-teriakan penonton disana-sini yang tak jelas rimbanya bisa ia hilangkan hanya dengan mengangkat sebelah tangannya. Lapangan Mandalika Sore itu menjadi milik Sophie sendiri.
Setelah 10 lagu dalam album barunya dinyanyikan konser itu akhirnya berakhir.
Amelia menyambut Sophie di belakang panggung dengan puas, “hebat, hebat sekali” pujinya sambil memijit pundak Sophie yang kelelahan.
“Duh, Mel, Gue mau istirahat dulu nih, capek” sungut Sophie
“1 jam!” timpal Amel,” setelah itu kita langsung berangkat ke café di Pantai Senggigi tempat show Loe berikutnya”
Sophie membelalakkan mata “Hah lagi….?”

Jam menunjukkan pukul 12.00 malam ketika Sophie tiba dirumah. Show di  café tadi sudah menghabiskan seluruh tenaganya yang tersisa . sekarang ia harus istirahat total.
“Inget yah, besok pagi jam 6 Gue jemput untuk berangkat sekolah” teriak Amel dari dalam mobil
“iya, iya” jawab Sophie lemah
[][][][][][][][][][][][][][][][]

SMA 1 Mataram Keesokan harinya….
Sophie tampak lemas, kepalanya masih pusing akibat semalam kurang tidur, tadinya ia berniat memanfaatkan waktu di kelas untuk melanjutkan tidur, tapi batal gara – gara ada ulangan matematika mendadak 
“Mampus…!! Nilai Gue pasti ancur nih” ujarnya pasrah.
Rasa letih plus soal matematika yang sulit membuatnya semakin pusing, karena itu secara perlahan Ia membaringkan kepalanya diatas meja.
Bu Sheila yang terkenal sebagai “Mrs Killer menatapnya dengan tajam. 
“SOPHIE….!! BANGUN..!!!”
“Eh… eh iya Bu” Sophie terperanjat kaget, Ia pun kembali mengerjakan soal yang ada di atas mejanya. Tapi karena kondisi fisik yang kelelahan alhasil beberapa menit kemudian Sophie sukses kembali tidur diatas meja.
Tidak senang dengan tingkah Sophie yang ogah-ogahan mengerjakan ujian. Bu Sheila akhirnya memberikan ‘hadiah’ kepada Sophie berupa tiket keluar kelas.
Bukannya kecewa, gadis berambut ikal itu malah tampak senang. 
“Fiuh….. akhirnya penderitaanku berakhir juga, setelah sebentar ke ruang BP nanti aku bisa beristirahat” ujarnya senang.
Tapi sayangnya semua rencana yang telah disusun itu kembali gagal, dalam ruang ‘keramat siswa’ itu Sophie diceramahi selama satu jam dan berakhir tepat saat istirahat.
 “Bete….,bete..!”teriaknya dalam hati. Jam istirahat yang seharusnya bisa ia gunakan untuk bersantai sekarang malah digunakan untuk memenuhi permintaan tanda tangan dari para penggemarnya yang ada di sekolah.
”Busyet! apa nggak ada waktu senggang buat gue ?” pikirnya.
Amelia yang duduk sebangku denganya juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena menolak permintaan penggemar sama artinya membuat reputasi jelek bagi sang artis. 
“Mel !gue nggak mau tahu! Pokoknya loe harus tanggung jawab” ujar Sophie tiba-tiba
“Maksud loe apa?” Tanya Amel bingung
“Loe harus temenin gue bolos sekarang” 
“Ta.., tapi….!”
“Nggak pake tapi,sekaranga!” ancam Sophie
Amel mengangguk pelan “I,,iya deh”
[][][][][][][][][][][][][][][]

Nggak berapa lama kemudian 2 orang cewek ini sudah berada di halaman belakang perpustakaan. Konon tempat ini sudah menjadi tujuan para “Bolors” (sebutan siswa yang bolos) untuk kabur, karena selain tempatnya sepi temboknya juga lumayan rendah, jadi gampang diloncati.
Selanjutnya  taksi menjadi pilihan mereka untuk kabur keluar sekolah.
“Mataram Mall Pak” seru Sophie pada sopir
“Eh, nggak apa-apa nih kalo kita ke Mall pake baju seragam” tanya Amel
“Santai aja, sebentar doang kok”
“Bu..,bukan gitu, tapi…” omongan Amel terpotong begitu melihat tatapan galak Sophie. “I..,iya deh”
Jalan-jalan di Mall memang terbukti bisa menghilangkan stress bagi Sophie, itu terlihat dari ekspresinya yang begitu gembira. Namun sayangnya hal itu hanya berlangsung sesaat, tepatnya sebelum para wartawan Infotainment datang.
Café tempat nongkrong Sophie dan Amel yang berada dilantai 3 Mall itu seketika dipenuhi oleh wartawan. Jeprat !jepret ! tak henti-hentinya kilatan lampu blitz menyilaukan mata. Sophie dan Amel yang tengah asyik menyantap makanan tidak bisa berbuat apa-apa.
Rentetan pertanyaan pun mulai dilayangkan padanya 
“Wah mbak Sophie bolos ya ? apa nggak takut nanti nggak naik kelas? Terus sekarang siapa pacarnya ?”
Kepala Sophie tiba-tiba pusing, pertanyaan-pertanyaan itu membuatnya bingung, takut, malu pokoknya semua bercampur menjadi satu.
“Nggak…! NggaK…! aku nggak mau !” teriaknya
“Phi…….! Sophie…..!!”
“Nggak…… nggak…….!” Teriaknya lagi.
“Phie…!, Sophie…! Ayo bangun!”
“Lho.., kok ada suara Mama?”
“Phiee..! ayo bangun!”  kali ini ada suara Amel. 
Badannya terasa seperti digoyang-goyangkan. Perlahan Sophie membuka mata, di sebelahnya sudah ada  Mama dan Amel, lho..?
“Kamu ini kelamaan tidur” kata Mama
“Hah ? Tidur ?” Sophie masih belum sadar sepenuhnya
“Iya tidur, loe tu dari tadi susah dibangunin. Mimpi apaan sih ?” gerutu Amel
Sophie mulai mengerti.”Oh , jadi tadi itu mimpi ya”
Mama tersenyum mendengarnya. “ya udah, sekarang kamu mandi, kan kamu sudah janjian mau pergi dengan Amel”
Sophie mengerutkan kening, “Mau kemana Mel?” 
Amel mendengus, “Ya’elah, masa lupa. Hari ini kan kita mau ikutan Casting”
Muka Sophie langsung berubah pucat” NGGGAAAAAAAK!! Aku nggak mau!” teriaknya.




No comments:

Post a Comment