Friday, July 21, 2017

Tak Kenal (Lahan Gambut) Maka tak Sayang




Apakah Sobat sudah mengerti apa definisi dari LahanGambut….?
Belum ….?
Oke, kalau begitu mari kita  mulai artikel ini dengan membahas definisi Gambut.

~Apa itu Lahan Gambut ?
Lahan Gambut merupakan hamparan tanah yang terbentuk dari penumpukan sisa-sisa tumbuhan dan jasad hewan yang telah membusuk dan tertumpuk selama ribuan tahun. Karena itulah tanah Gambut ini memiliki kandungan bahan organik yang tinggi.

Tanah  Gambut itu unik loh Sobat,
Kenapa…?

Karena sifat tanahnya itu seperti Spons raksasa.
Jadi begini, karena telah tertumpuk selama ribuan tahun, tanah Gambut yang punya rongga ini rata – rata punya ketebalan tanah berkisar 3 – 15 meter. Inilah yang kemudian membuat tanah ini mampu menyimpan karbon dan air dalam jumlah besar saat musing penghujan. Hebatnya lagi di musim kemarau Lahan Gambut juga bisa berfungsi sebagai wadah penyedia air. Nah… sekarang percaya kan kalau Gambut benar-benar mirip dengan spons  ^_^


 ~Apa sih Peran Lahan Gambut terhadap Kesehatan Bumi dan Kehidupan Manusia?
Kesehatan bumi…?
Bingung ya dengan istilah itu …? 
Tenang saja Sobat saya akan jelaskan maksudnya.
Jadi begini, apakah Sobat masih ingat dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia pada akhir tahun 2015 di Sumatera? 

Pada waktu itu diperkirakan hampir 120 ribu orang terkena penyakit pernapasan, akses pendidikan dan transportasi terganggu, keanekaragaman hayati punah, emisi gas rumah kaca meningkat, dan kerugian finansial mencapai 220 triliun rupiah.


Apakah Sobat tahu kalau yang terbakar pada Saat itu 52% dari luas areanya adalah lahan gambut?

“Eh…? Memang bedanya apa?”
Jujur seperti itulah reaksi Saya saat itu, kenapa…? Karena memang secara umum saya tidak mengerti perbedaan dari terbakarnya “Lahan Gambut” dan Lahan “Biasa”

Secara teori, Gambut berperan penting dalam menyerap 75% karbon di dunia sehingga tidak boleh dibakar, dikeringkan, atau dijadikan lahan perkebunan. Ekosistem gambut juga merupakan sumber penghidupan bagi masyarakat lokal. Emisi gas rumah kaca dari karhutla berdampak pada perubahan iklim yang dapat menghambat pembangunan, memperparah kemiskinan, serta menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan keamanan.



Kalau mau gampang Gambut itu kita ibaratkan Rambut bagi bumi. Sehingga begitu rambut itu tidak ada, maka panas matahari akan cepat terasa di sekitarnya.

~Lalu bagaimana cara kita Menjaga Kesehatan Lahan Gambut?
Sejauh ini ada 3 cara yang saya rasa bisa dilakukan

-Cara Pertama, Menjaga Ketersediaan air.
Tahukah Sobat kalau lahan Gambut itu adalah lahan yang paling mudah terbakar?

“Loh.., bukankah selama ini lahan Gambut itu identik dengan air?”

Itu dia masalahnya Sobat….
Karena selama ini lahan gambut selalu dikelilingi oleh air kandungan Karbon yang ada di dalamnya luar biasa banyaknya. Karbon tersebut terperangkap dan tak dapat kemana-mana.

Namun ketika cuaca ekstrim (musim kemarau) atau tangan-tangan jahil manusia (penebangan hutan) mulai mengusiknya, lahan gambut menjadi tempat yang rawan karena Karbon yang ada di dalam tanah mulai terlepas ke udara dan menjadi Karbondioksida yang mudah terbakar.
Silahkan tonton video ini agar Sobat mendapat gambaran lebih jelas



Cara terbaik Untuk menjaga kondisi lahan tetap basah adalah dengan membuat parit / kanal di lahan gambut, parit tersebut sebaiknya dilengkapi pintu air sehingga kontrol kelembaban tanah di kontrol dan kebakaran dapat di hindari.

-Cara kedua, Memberikan Sanksi Super Berat kepada Pelaku Pembakaran
Efek yang ditimbulkan dari kebakaran hutan itu tidaklah main-main Sobat, sekilas mungkin Dampak yang dirasakan adalah terganggunya kegiatan transportasi, masalah kesehatan hingga kerugian materil.

Tapi ternyata bukan cuma itu…..
“Gambut itu punya peran sangat besar bagi bumi, “
Kenapa?
Karena gambut adalah pengendali perubahan iklim dunia. Perlu diketahui kalau Lahan Gambut itu dapat menyimpan sepertiga cadangan karbon dunia. Dan hebatnya lagi negeri kita Indonesia memiliki lahan gambut tropis terbesar di dunia.



Denda milyaran yang diberikan kepada pelaku tidaklah setara dengan dampak yang akan dirasakan oleh penghuni bumi dimasa depan. Karena itu alangkah baiknya jika pemerintah selaku pemegang kuasa tertinggi membuat peraturan yang membuat siapapun takut untuk menyalahgunakan lahan Gambut. #AyoPemerintahKamuBisa

-Cara ketiga, Mari dukung dan Berpartisipasi dalam kegiatan Restorasi Lahan Gambut
Demi kelangsungan hidup manusia dimasa depan sudah sewajarnya jika kita berpartisipasi dalam menjaga dan merestorisasi lahan gambut.

Caranya bagaimana? Di tempat saya tidak ada lahan gambutnya?
Tenang sobat, ada banyak cara kok yang bisa kita lakukan. Salah satunya adalah dengan membagikan artikel ini. 

Tujuannya apa…?
Dengan Semakin banyak orang yang membaca artikel saya berharap akan semakin banyak pula yang sadar dan tergerak untuk berpartisipasi dalam menjaga kelestarian Lahan Gambut. Ayo Pantau Gambut!

Oh iya, untuk info lebih detail Sobat bisa membuka website  pantaugambut.id
Di web tersebut Sobat bisa Belajar tentang Lahan Gambut, Melihat Peta Aktivitas Restorasi, Memantau Komitmen Restorasi, hingga Berbagi Cerita tentang kegiatan restorasi yang telah dilakukan. Setelah mengunjungi web ini dijamin pengetahuan Sobat pasti akan bertambah.
Yuk tunggu apa lagi, ayo jaga dan dukung Restorasi Lahan Gambut!
Salam  #PantauGambut !


sumber artikel
http://pantaugambut.id/
dok.pribadi

sumber gambar
http://www.bimoaji.com/
https://teapartydiecast.wordpress.com
dok.pribadi

7 comments:

  1. Wah berarti empuk gitu ya Bro, misal di bikin sumur kayaknya gak bisa

    ReplyDelete
    Replies
    1. dibuat sumur ndak bisa bhroo soalnya kan tanah nggak padet gitu

      Delete
  2. Selain lahan gambut,, hati nte jga jgan dibiarkan kering donk.. Haha

    ReplyDelete
  3. Selain lahan gambut,, hati nte jga jgan dibiarkan kering donk.. Haha

    ReplyDelete
  4. semoga restorasi gambut berjalan lancar. jgn lupa kunjungan balik ya www.agusdaud.id

    ReplyDelete